Kabar Terbaru

Ikuti perkembangan aktivitas dan laporan kegiatan kami di lapangan secara transparan.

Berbagi Itu Indah
Berita

Berbagi Itu Indah

Dengan memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala, kegiatan Jumat Berkah kembali dilaksanakan sebagai wujud rasa syukur sekaligus kepedulian terhadap sesama. Kegiatan ini dilaksanakan bertepatan setelah pelaksanaan Salat Jumat di Masjid yang berada di area basement Kantor Pusat Perum Perumnas, Cawang, Jakarta Timur. Pembagian makanan dan minuman diberikan kepada para jamaah Salat Jumat yang mayoritas terdiri dari karyawan Perum Perumnas, serta karyawan umum yang bekerja dan beraktivitas di sekitar lingkungan kantor Perum Perumnas. Kegiatan ini dilandasi oleh semangat berbagi dan nilai-nilai keislaman, sebagaimana anjuran Rasulullah ﷺ untuk saling memberi dan membantu sesama, terlebih pada hari Jumat yang memiliki keutamaan dan keberkahan tersendiri. Melalui kegiatan ini, diharapkan makanan dan minuman yang dibagikan dapat menjadi sarana kebaikan, mempererat tali silaturahmi, serta menumbuhkan rasa kebersamaan antarjamaah. Tidak hanya sebagai bentuk kepedulian sosial, Jumat Berkah ini juga menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya bersedekah, berbagi rezeki, dan menanamkan nilai keikhlasan dalam setiap amal yang dilakukan. Semoga kegiatan Jumat Berkah ini senantiasa mendapat ridho Allah Subhanahu wa Ta’ala, membawa keberkahan bagi para pemberi dan penerima, serta menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir. Besar harapan kegiatan ini dapat terus dilaksanakan secara istiqamah sebagai bagian dari upaya menebar kebaikan dan memperkuat nilai-nilai spiritual di lingkungan kerja dan masyarakat sekitar. (YRRS-Jakarta)
Serah Terima Bantuan Peralatan Sekolah
Berita

Serah Terima Bantuan Peralatan Sekolah

Pada hari ini, Jumat 19 Desember 2025 telah dilaksanakan kegiatan serah terima bantuan peralatan sekolah berupa 1 (satu) unit laptop kepada siswa yang membutuhkan sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan dan dukungan terhadap proses belajar yang lebih optimal. Bantuan tersebut diberikan sebagai upaya membantu siswa dalam menunjang kegiatan pembelajaran, khususnya dalam mengakses materi digital, mengerjakan tugas sekolah, serta meningkatkan keterampilan teknologi informasi. Serah terima bantuan dilaksanakan secara langsung dan diterima oleh orang tua siswa, yang berprofesi sebagai petugas keamanan (security) di kantor BUMN Perum Perumnas, dengan penuh rasa syukur dan haru. Penyerahan kepada orang tua dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam mendukung pendidikan anak serta memastikan pemanfaatan bantuan dapat digunakan secara maksimal dan tepat sasaran. Melalui pemberian bantuan laptop ini, diharapkan dapat meringankan beban keluarga serta memotivasi siswa untuk lebih semangat dalam belajar, berprestasi, dan mengembangkan potensi diri. Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata kepedulian sosial dan komitmen untuk turut serta mencerdaskan generasi penerus bangsa. (YRRS-Jakarta)
Hak anak dalam penyiaran tayangan
Berita

Hak anak dalam penyiaran tayangan

Hak anak dalam penyiaran tayangan televisi semakin hari semakin terabaikan. Terbukti dengan minimnya proporsi tayangan untuk anak di stasiun televisi. Ditambah makin parah dengan isi tayangan yang tidak ramah terhadap anak. Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Maria Ulfah Anshor menilai perlu adanya kanal atau program khusus anak dalam tayangan televisi. Menurutnya, hal itu penting agar anak mendapatkan tayangan yang sesuai dengan haknya sebagai anak. “Selama ini nyaris tidak ada, yang ada hanya di TV pemerintah, itu pun kecil porsinya,” kata Maria dalam diskusi ‘Perlindungan Anak Dalam Regulasi Penyiaran’ di Gedung Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat. Ia mengatakan, selama ini hampir seluruh tayangan yang disuguhkan program di televisi berisi kekerasan, pornografi, dan mistis, yang tidak sedikit berpengaruh terhadap perilaku anak. Pemantauan KPAI, kekerasan atau pelecehan seksual kepada anak hampir semua disebabkan karena tayangan televisi. “Angkanya meningkat dari tahun ke tahun, dan banyak karena pengaruh tontonan atau media lain selain TV,” kata Maria. Terlebih kata Maria, peran Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) juga tak begitu kentara dalam hal menghentikan tayangan tak ramah untuk anak. Sehingga penting untuk KPI untuk konsisten memberikan teguran kepada tayangan yang diketahui melanggar ketentuan. “Memperkuat pemantauan dan pengawasan setiap penindakan terhadap media yang melakukan pelanggaran pemberitaan atau tayangan tak ramah anak,” katanya. Selain itu, ia juga menekankan, ini juga yang perlu menjadi perhatian dalam merevisi UU Penyiaran, khususnya perlindungan bagi anak. “Tidak hanya KPI juga, tapi bagaimana pendekatan multi sektor ya, karena untuk mengubah kan harus sistemik. Termasuk revisi UU penyiaran, ditekankan untuk tayangan perlidungan anak,” kata dia. Hal sama diungkapkan Direktur lembaga riset media dan komunikasi Remotivi Muhammad Heychael yang menilai negara belum hadir dalam menyajikan tayangan ramah terhadap anak. Menurutnya, negara harus hadir dan memastikan bahwa penyiaran sebagai wilayah publik bukan privatisasi oleh kapitalisme pemilik modal. Sumber : https://kpai.go.id/berita/angka-tontonan-anak-tak-layak-meningkat/ (YRRS-Jakarta)
Angka Tontonan Anak tak Layak Meningkat
Berita

Angka Tontonan Anak tak Layak Meningkat

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam pola konsumsi media anak-anak. Akses yang semakin mudah terhadap televisi, YouTube, media sosial, dan platform streaming membuat anak dapat menonton berbagai jenis tayangan kapan saja dan di mana saja. Namun di balik kemudahan tersebut, muncul kekhawatiran serius: meningkatnya angka tontonan anak terhadap konten yang tidak layak bagi usia mereka. Data dan berbagai hasil pengamatan menunjukkan bahwa semakin banyak anak yang terpapar tayangan dengan unsur kekerasan, bahasa kasar, pornografi terselubung, hingga perilaku menyimpang yang tidak sesuai dengan tahap perkembangan mereka. Konten yang seharusnya ditujukan untuk remaja atau dewasa kini dengan mudah diakses oleh anak-anak, bahkan tanpa pengawasan. Kondisi ini dipicu oleh beberapa faktor. Pertama, penggunaan gawai pribadi sejak usia dini tanpa kontrol yang memadai. Kedua, algoritma platform digital yang merekomendasikan konten berdasarkan riwayat tontonan, bukan berdasarkan usia pengguna. Ketiga, kurangnya literasi digital baik pada anak maupun orang tua, sehingga tidak semua memahami cara membatasi dan memfilter konten. Dampak dari paparan tontonan tidak layak ini tidak bisa dianggap sepele. Anak dapat meniru perilaku agresif, mengalami gangguan emosional, penurunan empati, hingga perubahan pola pikir yang tidak sesuai dengan nilai moral dan sosial. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi memengaruhi karakter dan perkembangan psikologis anak. Meningkatnya angka tontonan tidak layak menjadi alarm bagi semua pihak. Pemerintah perlu memperkuat regulasi dan pengawasan konten digital. Lembaga penyiaran dan platform media harus lebih bertanggung jawab dalam menerapkan sistem klasifikasi usia dan kontrol orang tua. Sementara itu, peran keluarga menjadi benteng utama melalui pendampingan, komunikasi terbuka, dan pengaturan waktu penggunaan gawai. Perlindungan anak di era digital bukan berarti membatasi kreativitas atau akses informasi, melainkan memastikan bahwa setiap anak mendapatkan tontonan yang aman, edukatif, dan sesuai dengan tahap tumbuh kembangnya. Jika tidak segera diatasi, peningkatan angka tontonan anak yang tidak layak dapat menjadi ancaman nyata bagi kualitas generasi masa depan.
Donatur
Hamba Allah : Rp 10.000 (Do'a/Pesan : Sedekah)  • Hamba Allah : Rp 10.000 (Do'a/Pesan : Semoga Berkah)  • Hamba Allah : Rp 10.000  • Hamba Allah : Rp 10.000  • Hamba Allah : Rp 10.000  • DP : Rp 10.000  • WKP : Rp 750.000  • Hamba Allah : Rp 50.000  • TOTAL DONASI : Rp 860.000    ::    Hamba Allah : Rp 10.000 (Do'a/Pesan : Sedekah)  • Hamba Allah : Rp 10.000 (Do'a/Pesan : Semoga Berkah)  • Hamba Allah : Rp 10.000  • Hamba Allah : Rp 10.000  • Hamba Allah : Rp 10.000  • DP : Rp 10.000  • WKP : Rp 750.000  • Hamba Allah : Rp 50.000  • TOTAL DONASI : Rp 860.000    ::